Cinta..
Apa artinya cinta?? Kalau menuliskan pengertian cinta pada selembar kertas apakah cukup?? Yap,, maybe yes maybe no..
Tapi kalian tahu tidak kalau ternyata cinta itu bukan hanya dari mata langsung turun ke hati.. Ah, basi!! Buktinya ada juga orang yang hanya nyium bau parfum lawan jenisnya atau hanya mendengar suara dari lawan jenisnya tersebut,, eh.. langsung kepentol dech..
Ternyata cinta itu adalah sebuah proses kimia di dalam tubuh,, Seperti yang saya katakan tadi, bahwa cinta itu selain datang dari mata juga bisa datang dari alat indra lainnya seperti hidung dan telinga.. Pada saat alat indra kita menangkap sinyal-sinyal cinta,, sinyal tersebut dibawa ke otak sehingga merangsang otak untuk memproduksi sejumlah senyawa kimia yang kemudian disebarkan ke seluruh tubuh. Jadi, cinta bukan hanya perasaan, tetapi juga sebuah reaksi kimia dalam tubuh yang alami..
So guys,, makanya setiap kali jatuh cinta wajah memerah, gemetaran, susah berkata-kata, keringat dingin, bahkan sampai napas saja tidak teratur,, para ahli mengemukakan tahapan terjadinya cinta (Bukan "Making Love" alias ML, y!!) secara kimiawi,, yaitu:
1) Penjajakan
Adanya kontak indera antara insan yang akan jatuh cinta. Kontak inilah yang merangsang senyawa kimia yang membangkitkan reaksi-reaksi romantis, sehingga kadang-kadang seseorang tidak mampu mengungkapkan alasannya saat ia tertarik pada lawan jenisnya. Misalnya, si A tertarik pada si B bukan pada si C,, padahal banyak yang bilang kalau si C jauh lebih cantik dan seksi daripada si B.
2) Ketertarikan
Reaksi-reaksi romantis tahap awal yang dialami oleh seseorang merangsang produksi senyawa phenylethylamine dan beberapa senyawa lain, seperti dopamine dan norepinephrine di otak. Senyawa inilah yang menimbulkan perasaan gembira dan bahagia. Akan tetapi yang paling berperan penting dalam menimbulkan rasa cinta adalah senyawa phenylethylamine, yang dapat membuat seseorang berbunga-bunga hatinya ketika bertemu dengan orang yang disukainya. Sayangnya setiap orang mempunyai keterbatasan dalam menghasilkan senyawa pheny bla bla bla ini,, Seseorang menghasilkan senyawa ini paling tidak dua sampai 4 tahun. Makanya, jangan heran kalau banyak orang yang usia hubungannya, baik itu pacaran atau suami istri, hanya berlangsung antara dua sampai empat tahun. Tapi walau begitu, ada juga hubungan yang terus bisa rukun,, baik itu pura-pura rukun atau 100% cinta.
3) Pengikatan
Pada tahap ini tubuh menghasilkan senyawa endorfin, yaitu senyawa yang berfungsi sebagai penenang dan mengurangi rasa sakit. Sehingga timbul rasa aman, damai, dan tenteram. Endorfin ini paling banyak diproduksi ketika bersama dengan orang yang dicintainya. Itulah sebabnya mengapa seseorang menjadi sedih, gelisah, marah, bahkan gila ketika ditinggalkan pasangannya,, endorfin buatan bisa didapat dari rokok, alkohol, dan narkotika,, Itulah sebabnya seseorang merasa gembira setelah mengkomsumsi benda tersebut. Akan tetapi endorfin buatan tersebut dapat merusak otak tentunya.
HORMON-HORMON CINTA
Ternyata, selain phenylethylamine, ada juga beberapa hormon lain yang berperan penting dalam suatu hubungan..
Feromon
Hormon ini membuat tubuh wanita mengeluarkan wewangian khusus. Ketika pria yang ditaksir merasa cocok dengan wangi tersebut, maka cinta pun tidak bertepuk sebelah tangan..
Oxytocin
Hormon inilah yang membuat wanita selalu ingin dipeluk dan dicium oleh pasangannya.
Vasopressin
Hormon ini mempengaruhi tingkah laku seksual dan tingkat kesetiaan seseorang kepada pasangannya..
Dopamine
Dopamine dapat membuat wanita terlihat lebih cantik pada saat jatuh cinta. Hormon ini bekerja pada tampilan fisik seseorang sehingga membuatnya lebih "bersinar".
Neuropinephrine
Hormon ini merupakan pemicu semangat dengan memicu darah mengalir lebih cepat sehingga tubuh lebih energik dan ceria. Itulah sebabnya setiap kali jatuh cinta kita merasa happy dan ceria..
Bagaimana pun cinta selalu memberi pengalaman yang berharga.
Oh..... Cinta memang berjuta rasanya..
^_^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Ini entri yang menarik. Terima kasih sudah berbagi cerita. Kalau mau referensi lain tentang hal yang terhubung, baca artikel Mengapa Sulit Jatuh Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.
Lex dePraxis
Romantic Renaissance
Posting Komentar