Mungkin banyak teman-teman berpendapat bahwa cinta itu begini, cinta itu begitu, cinta itu bla bla bla bla bla. Oke,, mungkin hampir semua pernyataan tentang cinta itu benar.. Cinta tidak memandang usia, pangkat dan jabatan, bahkan cinta dapat menjadi di luar logika. Karena cinta merupakan ukuran kualitas, bukan kuantitas.
Dengan jatuh cinta,, seseorang menjadi sering berandai-andai, berharap, bemimpi. Pokoknya,, semuanya jadi tidak karuan apabila telah berurusan dengan cinta.
Nah sekarang timbul pertanyaan, "mengapa seseorang jatuh cinta??". Ada beberapa alasan seseorang kejatuhan cinta.. yaitu:
>> Kebutuhan Biologis
Pada kodratnya, manusia diciptakan atas laki-laki dan perempuan. Makanya, wajarlah kalau manusia berpotensi untuk dicintai dan mencintai. Dalam ilmu psikologi, cinta itu kebutuhan naluriah yang tidak bisa terhindarkan. Simplenya, dengan jatuh cinta, maka kebutuhan biologisnya juga akan tepenuhi (walaupun belum sepenuhnya).
>> Butuh teman curhat
Ketika suatu masalah terjadi, beban pikiran akan bertambah. Hal ini memicu seseorang sebagai wadah menampung segala keluh kesahnya atau dengan kata lain, curhat.. Akan tetapi, siapa yang menjadi wadahnya? Sebenarnya, yang dapat memberi nasehat terbaik adalah orang tua. Mungkin ini akibat ikatan batin antara anak dan orang tua. Tapi, tidak semua anak mampu berkomunikasi dengan orang tuanya, begitu pula sebaliknya. Mungkin dalam permasalahan cinta, seorang anak merasa risih menceritakannya kepada orang tua. Salah satu pilihan dalam curhat adalah teman sejenis, akan tetapi banyak orang beranggapan bahwa curhat dengan lawan jenis itu lebih terasa objektif.. Bener gak?? Itulah sebabnya banyak orang yang jatuh cinta pada teman curhat lawan jenisnya.
>> Butuh motivator
Suka dan duka sudah menjadi sifat ilmiah bagi manusia. Sifat ini membuat manusia membutuhkan motivator dalam keadaan apapun. Contohnya, apabila dalam keadaan happy, kita membutuhkan motivasi berupa apresiasi, dan juga ketika dilanda duka, kita membutuhkan motivasi berupa nasehat-nasehat. Seseorang akan merasa sangat senang didampingi oleh orang yang selaku memotivasinya, dan ketika ia dimotivasi oleh orang yang sangat disayanginya. Motivasi juga ternyata dapat membangun prestasi, lho...
>> Butuh Perhatian
Pada dasarnya semua manusia adalah makhluk sosial. Artinya, tidak ada yang mampu hidup sendirian. Dan artinya lagi, semua orang selalu memperhatikan dan butuh perhatian. Bahkan orang tercuek sedunia pun butuh akan perhatian. Teman-teman pasti akan merasa sangat dihargai keberadaannya apabila dihargai oleh orang-orang sekeliling bukan? Tidak jauh beda dengan motivasi, perhatian juga dapat membangun diri. Tapi, cari perhatiannya yang wajar-wajar aja y?? Rasanya pasti berbeda apabila orang yang kita cintai memperhatikan kita. Bener ga??
>> Faktor usia
Umumnya setiap manusia telah dapat merasakan cinta sejak ia lahir. Rasa cinta akan selalu mengikuti mulai dari kecil. Dengan fitrah manusia, yakni mencintai dan dicintai-lah manusia terus berkembang. Jangan kaget apabila seorang anak TK mengatakan bahwa ia sudah punya pacar, atau sepasang pengantin berumur 70 tahun menikah pada pernikahan massal. Tetapi, rasa cinta yang menggebu-gebu itu muncul pada saat masa pubertas. Dalam unsur psikologi perkembangan, masa pubertas merupakan jembatan peralihan dari kanak-kanak ke remaja. Cinta memang abstrak, tapi dapat membuat segala sesuatu menjadi lebih indah dan bermakna.
>> Nggak bisa hidup sendiri
Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang terbagi atas pria dan wanita ( tidak ada yang banci). Pria dan wanita dikodratkan untuk saling mengenal, menyayangi dan tolong menolong. Pria dan wanita juga mempunyai tugas yang sama, yaitu "melestarikan kehidupan", meskipun keduanya tidak lepas dari perbedaan peran dari masing-masing pihak. Menjalankan perannya masing-masing sudah merupakan fungsi makhluk sosial. Kedua pihak tidak pernah lepas dari saling membantu. Itulah sebabnya keduanya tidak dapat hidup terpisah. Jadi, rasanya normal ketika seseorang Fall in Love....
^_^
05 April, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar